DINAMIKA KELOMPOK MINORITAS DALAM MEMPERTAHANKAN TRADISI STUDI PADA KELUARGA KERUKUNAN TABOT DI BENGKULU

Nelly Marhayati

Abstract



 

Tabot adalah tradisi keagamaan yang telah mengalami perubahan menjadi tradisi local masyarakat di provinsi Bengkulu dan dilakukan satu tahun sekali dari tanggal 1-10 Muharram. Pelaku tradisi ini harus berasal dari keluarga keturunan tabot atau sering disebut dengan KKT. Budaya tabot telah bertahan lebih dari 300 tahun dan sampai sekarang keluarga dari keturunan tabot yang disebut dengan masyarakat keturunan Sepoymampu bertahan melestarikan tradisi tersebut walaupun berada di bawah tekanan baik dari masyarakat di luar KKT maupun dari pemerintah, dimana anggapan miring terhadap tradisi ini sebagai syirik, syiahdan mubazirterus mengiringi berlangsungnya tradisi tabot setiap tahun sehingga kemampuan survivekeluarga kerukunan Tabot sebagai kelompok minoritas dalam melestarikan tradisi mereka menarik untuk diteliti. Untuk menjawab fenomena tersebut dari sudut pandang ilmu Psikologi Sosial peneliti menganalogikan KKT sebagai kelompok minoritas yang berusaha tetap bertahan walaupun dibawah tekanan kelompok mayoritas dalam hal ini masyarakat dan pemerintah. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimanakah model bertahan (survival)KKT dalam mempertahankan atau melestarikan tradisinya. Tulisan ini merupakan prelimenary researchatau kajian awal sebelum melakukan kajian utama, peneliti masih terus mencari dan menelusuri teori yang berhubungan dengan kelompok minoritas dan kemampuan mereka dalam mempertahankan kelompoknya, sehingga akan ditemukan grand teori dari perilaku bertahan kelompok minoritas. Informan dalam preliminary adalah tokoh dari pelaksana tradisi tabot. yang telah memberikan beberapa masukan dan saran beberapa informan lain yang bisa memberikan data untuk research selanjutnya.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.