RESIDIVISME NARAPIDANA NARKOBA DARI PERSPEKTIF KOGNITIF SOSIAL BANDURA

Sri Aryanti Kristianingsih

Abstract


Definisi residivisme dalam tulisan ini mengacu pada definisi residivisme secara khusus, yaitu pengulangan suatu tindak pidana yang sama oleh pelaku yang sama, di mana tindak pidana yang dilakukan sebelumnya telah dijatuhi pidana dan berkekuatan hukum tetap, serta pengulangan terjadi dalam jangka waktu tertentu yang menjadikan orang tersebut kembali menjadi narapidana. Orang yang melakukannya disebut sebagai residivis. Jumlah residivis di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini cenderung mengalami peningkatan, secara khusus residivis narkoba. Residivisme narapidana narkoba dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Tulisan ini bertujuan untuk memahami residivisme narapidana narkoba dengan menggunakan perspektif kognisi sosial Bandura, yang menekankan bahwa proses sosial maupun proses kognitif adalah sentral bagi pemahaman mengenai motivasi, emosi, dan tindakan manusia. Perspektif kognisi sosial ini didasarkan pada model Triadic Reciprocal Determinism, yang menjelaskan bahwa terdapat hubungan timbal balik antara tiga faktor yaitu : faktor perilaku (Behavior/B), faktor kognitif atau personal (Person/P), dan faktor lingkungan (Environment/E), yang masing-masing beroperasi secara mandiri sebagai faktor penentu bagi faktor-faktor lainnya. Model tersebut digunakan untuk memahami perilaku residivisme narapidana narkoba.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.