REPRESENTASI SOSIAL ATAS IDENTITAS KEINDONESIAAN PADA MUSLIM YOGYAKARTA PASCA PENETAPAN STATUS KEISTIMEWAAN

Muhammad Johan N Huda

Abstract


Penelitian ini akan memberikan gambaran tentang dinamika representasi sosial atas keindonesiaan dalam sistem negara-bangsa yang ditandai oleh adanya negosiasi antar identitas di akar rumput. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan pendekatan yang digunakan untuk memahami realitas di lapangan dengan pendekatan history dan phenomenology yang lalu diberinama pendekatan histofenomemologi. Penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi sebagai metode pengambilan data. Subyek penelitian berjumlah 6 orang. Hasil penelitian menggambarkan representasi sosial atas keindonesiaan pada Muslim Yogyakarta terdapat perbedaan. Dimana Muslim tradisional dan modern memiliki banyak kesamaan terhadap aspek perbandingan repesentasi sosial jika dibandingkan dengan muslim transnasional. Muslim transnasional memiliki kesamaan dengan muslim tradisional dan modern dalam merepresentasikan relasi sejarah Islam, Yogyakarta dengan keindonesiaan yaitu menggunakan representasi hegemonik. Sedangkan representasi polemik digunakan Muslim Transnasional dalam menjelaskan strategi pengelolaan keindonesiaan, persepsi terhadap indonesia saat ini dan imajinasi Indonesia ke depan. Pemaknaan Muslim tradisional dan muslim modern atas keindonesiaan merepresentasikan optimisme dan positif. Lain halnnya dengan Muslim transnasional yang dengan tegas mengatakan bahwa indonesia memiliki makna jika diterapkan syariat Islam secara menyeluruh.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.