PERSEPSI AGAMA PADA ANAK DARI ORANGTUA YANG BERBEDA AGAMA

Muhammad Syarif Hidayatullah, Helenda Yolanda Anjaryana

Abstract


Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki masyarakat majemuk. Pada kondisi tersebut, masyarakat Indonesia memiliki kemungkinan cukup besar mengalami perkawinan beda agama. Perkawinan tersebut mengandung pro dan kontra. Agama menentukan cara pandang seseorang dalam bersikap dan berperilaku. Selain itu, anak dari hasil perkawinan beda agama menghadapi situasi yang cukup unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami bagaimana individu yang lahir dari orangtua yang berbeda agama membentuk suatu persepsi mengenai agama dan menginterpretasikan agama yang dianut. Metodologi kualitatif dengan perspektif fenomenologi digunakan untuk menggali data dari dua partisipan penelitian, yaitu individu yang memiliki orangtua berbeda agama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa persepsi subyek dibentuk dari kombinasi faktor internal, eksternal dan fungsional, dengan faktor struktural sebagai pendukung. Adapun faktor internal didominasi pandangan bahwa tiap individu harus menganut agama, eksternal didominasi oleh kondisi lingkungan keluarga dengan lingkungan masyarakat sebagai pendukung, sedangkan fungsional didominasi oleh kebutuhan kedekatan pada significant person.Agama dipandang sebagai status atau identitas seseorang dalam menjalani kehidupan di masyarakat dan sesuatu yang sudah terjadi “takdir”.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.